Usaha persewaan baju pesta semakin menggiurkan

Usaha persewaan baju pesta semakin menggiurkan. Perkembangan usaha sewa gaun ini selalu bertambah bersamaan dengan perubahan usaha photografi serta make-up artist.

Terlebih, semakin banyak perhelatan yang di gelar. Hajatan pernikahan umpamanya. Tidak cuma resepsi, perhelatan telah diawali sekian hari sebelumnya resepsi. Terkecuali mempelai, tamu-tamu yang datang juga memerlukan gaun untuk tampak menarik.

Terkecuali hajatan pernikahan, peringatan ulang th. juga jadi peristiwa khusus yang dirayakan. Sudah pasti, anak-anak muda juga menginginkan tampak berlainan di tiap-tiap perayaan ulang th. rekannya. Berikut yang mendongkrak usaha sewa gaun pesta.

Usaha persewaan baju pesta semakin menggiurkan

Bernadetta K. D, yang memiliki Camara Wardrobe asal Rawamangun, Jakarta Timur menyebutkan, naiknya trend usaha sewa gaun telah berlangsung mulai sejak empat th. ini. Serta sampai saat ini, peminat gaun sewaan masih tetap cukup banyak.
Tidak cuma keinginan, pemain usaha ini makin banyak. ” Saya bersukur masih tetap dapat bertahan, ” kata Detta pada KONTAN, Senin (27/11).

Detta membangun Camara Wardrobe mulai sejak 2009 yang lalu. Awalannya, ia cuma mempunyai studio photo. Untuk memperluas pasar, Detta membangun jasa sewa gaun yang sepaket dengan jasa photografi kepunyaannya. ” Buat Camara Wardrobe karna saat itu banyak input dari pelanggan juga, ” katanya.

Camara Wardrobe menyewakan bermacam jenis gaun, mulai gaun pesta, night dress, cocktail dress, long dress sampai gaun pengantin, dengan bermacam ukuran serta jenis. Cost sewa gaun itu mulai Rp 500. 000 sampai Rp 5 juta. ” Yang Rp 5 juta itu gaun pengantin. Bila untuk pesta di kisaran Rp 800. 000-Rp 1, 5 juta, ” katanya.

Detta katakan ada batas saat dalam menyewa gaun-gaun itu. Untuk penggunaan dalam kota, pelanggan bisa menyewa maksimum tiga hari. Untuk penggunaan luar kota, maksimum enam hari serta penggunaan luar negeri maksimum dua minggu.

” Dapat dibawa hingga luar negeri. Seringkali gaun kami digunakan pre-wedding, paling akhir di Singapura serta Paris, ” tutur Detta. Sesaat, pelanggan luar kota datang dari Lampung, Sulawesi, Kalimantan serta Papua. Dalam satu bulan Camara Wardrobe dapat menyewakan 15 – 25 gaun.

Pemain yang lain yaitu Nevy Dina asal Sidoarjo, Jawa Timur yang mulai menyewakan gaun mulai sejak 2014. Tetapi, dia lihat bisnisnya malah semakin ramai satu tahun paling akhir ini. Umumnya, mendekati musim pernikahan. Meskipun demikian, pelanggannya masih tetap terbatas di sekitaran Jawa Timur.

Nevy menyewakan gaun pestanya dengan harga dari mulai Rp 300. 000 – Rp 3 juta per item, bergantung jenis serta ukurannya. ” Gaun pengantin tentu sewanya lebih mahal di banding gaun untuk pesta atau untuk photo pre-wedding, ” katanya. Dalam satu bulan, ia dapat menyewakan 20 gaun.

Persaingan perebutan ketat, melindungi kwalitas gaun serta service jadi kuncinya

Ada gula, ada semut. Ramainya usaha persewaan gaun satu tahun lebih paling akhir ini kelihatannya mengundang banyak pemain baru turut terjun pada usaha ini. Tidak pelak, timbulnya banyak pemain baru ini buat persaingan perebutan tidak dapat dijauhi. Beberapa pemain lama juga mesti meningkatkan beragam kiat serta kreatifitas, agar roda bisnisnya tetaplah jalan lancar.

Bernadetta K. D, yang memiliki Camara Wardrobe asal Rawamangun, Jakarta Timur juga mengaku persaingan perebutan usaha persewaan baju pesta ini makin ketat. Menurut Detta, panggilan akrabnya, nyaris semuanya kelompok yang terjun di usaha forografi, make-up artist serta desainer, saat ini ikut menyewakan gaun-gaun pesta.

Di banding empat th. yang lalu, saat dia meniti Camara Wardrobe, saat ini pemain persewaan gaun ini memanglah jauh semakin banyak. ” Serta keadaan itu merasa sekali buat saya, ” katanya.

Ia juga mencermati, umumnya yang memiliki usaha wardrobe, terlebih dulu juga menggerakkan usaha beda yang sama, seperti photografi, salon atau make-up.

Tetapi, ketatnya persaingan perebutan, tidak mematahkan semangat Detta. Ia menyatakan, Camara Wardrobe selalu melindungi kwalitas gaun serta selalu tingkatkan servicenya. Yaitu, me tawarkan potongan harga di beberapa bln. spesifik untuk menarik ketertarikan pelanggan. ” Kami cukup seringkali selenggarakan potongan harga, terlebih di beberapa bln. pernikahan. Umumnya diskonnya sepaket dengan jasa photografi kami juga, ” katanya.

Nevy Dina asal Sidoarjo, Jawa Timur juga menyebutkan hal sama. Baginya, ketatnya persaingan perebutan telah ia rasakan mulai sejak satu tahun terakhir. ” Dapat disebut ketat banget. Pemainnya semakin banyak, sepertinya kebanyakan orang buka jasa persewaan gaun deh, ” katanya sembari tertawa.

Menanggapi ketatnya persaingan perebutan, Navy tidak cuma tawarkan potongan harga, dianya juga sering tawarkan bonus, seperti gratis rental satu gaun umum spesial untuk rental gaun pengantin. ” Bonusnya beberapa macam ya, bergantung trend pasar seperti apa. Terkadang ditempat saya ada juga bonus paketan dengan make-up. Saya hubungan kerja dengan orang yang lain untuk make-up, ” papar Navy.

Untuk melindungi kwalitas gaun yang disewakan, baik Detta ataupun Navy keduanya sama pesan gaun spesial dari desainer. Mereka pilih pesan segera dari desainer supaya gaunnya berkesan eksklusif. Diluar itu, mereka dapat menetukan jenis gaun seperti apa yang juga akan di buat.

” Sebagian wardrobe saya saksikan ada yang beli import gaun dari China. Harga nya memanglah tambah lebih murah, tapi kita tidak dapat mengontrol kwalitas bahan, pengiriman dsb, ” tandas Detta.

Ia menyebutkan, Camara Wardrobe cuma keluarkan tiga hingga empat gaun baru setiap tahunnya. ” Memanglah jumlah sedikit, tapi kwalitas berbahan terang teruji serta ukuran gaun dapat sesuai, ” jelas Detta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *