Sate Taichan Senayan : Sebuah Tempat Gaul Jakarta

Apabila anda jalan-jalan ke daerah senayan pada malam hari tepatnya di jalan asia-afrika maka akan terlihat banyak mobil-mobil parkir dipinggir jalan. Mereka semua parkir dan mau menikmati kuliner malam hari di daerah tersebut yaitu sate taichan senayan yaitu sebuah tempat gaul Jakarta.

Lokasinya berada dipinggir jalan dengan menempati trotoar yang cukup lebar didaerah tersebut. Ada sekitar puluhan pedagang kaki lima dan mayoritas adalah pedagang sate taichan. Sate Taichan itu sendiri adalah sejenis sate ayam yang berwarna putih polos yang dibumbui garam , jeruk nipis dan cabai.  Berbeda dengan sate-sate yang kita kenal sebelumnya yang menggunakan sambal kacang maka sate taichan ini anpa menggunakan kacang.

Banyak versi asal muasal sate taichan ini, ada yang bercerita berawal dari pasangan orang Indonesia dan orang Jepang membeli sate kemudian tidak suka dengan bumbu kacangnya, maka dia berinisiatif membuat sate sendiri dengan hanya menggunakan garam, jeruk nipis dan cabe. Dan ketika ditanya ini nama satenya apa dan dia menyebutnya taichan tanpa mengetahui arti dari nama taichan itu sendiri.

Ada juga cerita seorang ekspatriat berasal dari Korea yang sudah akrab dengan penjual sate di Indonesia. Kemudian orang Korea ini mengajari pedagan itu membuat sate yang akan menjadi cikal bakal sate Taichan.

Kembali ke pedagang Sate Taichan di daerah senayan ini, minggu lalu saya penasaran ingin mencoba sate taichan untuk pertama kali. Saya memilih sate Taichan Bang Dul,  tidak ada alasan khusus kenapa memilih bang Dul hanya karena tempat duduk didepan Sate Taichan Bang Dul masih kosong sedangkan tempat duduk lainnya sudah terisi.

Saya memesan satu porsi sate taichan berisi 10 tusuk dan satu lontong untuk menemani sate taichan tersebut. Harga satu porsi sate taichan Rp 25.000, gak murah dan juga gak mahal bukan?

Sekitar 10 menit kemudian datanglah sate taichan yang saya pesan..

Sate Taichan Senayan
Sate Taichan Bang Dul

Sate Taichan disajikan dengan lotong yang sudah dipotong-potong dan juga sambal dipiring yang berbeda. Saya cicipin pertama kali sate ini berbeda dengan sate -sate yang sebelumnya pernah saya cobain, sate ini perpaduan rasa asin, asam dan pedas. Walaupun awal-awal agak aneh rasanya tetapi lama kelamaan saya menikmati juga sensasi rasa dari sate taichan ini, sambalnya saya akui memang enak tetapi rasanya lebih cocok memakai nasi ketimbang lontong.

Bagi anda yang belum pernah mencicipi sate kekinian ini saya sarankan untuk mencobanya karena memang rasanya cocok dilidah orang Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *