Penyebab Kesemutan Dan Keram Pada Tubuh (Spasmofilia)

Penyebab Kesemutan Dan Keram Pada Tubuh (Spasmofilia)

Sensasi kesemutan , gelisah dan kejang otot/keram terutama daerah punggung cukup banyak ditemui belakangan ini, khususnya pada perempuan. Istilahnya dalam bahasa kedokteran disebut Spasmofilia, yang sebenarnya lebih cenderung disebut sebagai suatu kondisi tertentu dari status kesehatan seseorang, ketimbang disebut sebagai peyakit karena merupakan kekurangan mineral magnesium yang serius.

Walaupun magnesium dan kalsium adalah 2 mineral utama yang selalu bergandengan tangan untuk pebentukan tulang dan transmisi impuls (informasi) saraf, tapi ciri kekurangan magensium dan kalsium sangat berbeda. Untuk dapat memastikan diagnosa, rasanya kurang bijaksana bila EMG dipakai sebagia satu-satunya metode penegakan diagnosa. Pasien perlua menguraikan banyak hal, dari masalah kebiasaan makan, gaya hidup, riwayat gangguan kesehatan terdahulu yang pernah muncul, bahkan pola stress yang dijalani tiap hari.

Penyebab Kesemutan Dan Keram Pada Tubuh (Spasmofilia)

Nyeri bagian pinggang dan punggung bisa saja merupakan gejala kompensasi karena postur tubuh yang tidak baik, yang setelah sekian tahun berefek pada gangguan susunan tulang belakang yang dikenal dengan istilah “skoliosis”. Miring atau bengkoknya susunan tulang belakang mau tak mau membuat otot punggung dan pinggang berkompensasi sedemikian rupa untuk menemukan posisi yang nyaman. Walaupun sesungguhnya bukan posisi yang seharusnya.

Bila ini terjadi terus menerus setelah sekian tahun otot yang berkompensasi itu akan memberi rasa nyeri karena saraf-saraf yang keluar dari susunan tulang belakang mengalami penekanan, ditambah otot yang berkompensasi pun mengalami kelelahan yang luar biasa. Kejadian ini bila dibayangkan dengan versi “waktu singkat” mirip seperti kita naik motor membonceng di jok belakang selama 2 jam harus bertahan dengan posisi tertentu karena barang bawaan yang cukup banyak dipangku, sementara sadel motor sangat sempit misalnya.

Banyak gejala sebenarnya berhubungan dengan spasmofilia, karena itu harus diteliti sunggu apakah bukan berhubungan dengan gejala masalah kesehatan lain yang juga sangat menyerupai spasmofilia. Salah satunya adalah hipoglikemia, yaitu anjlognya gula darah yang hampir selalu menetap akibat salahnya pola makan atau asupan nutrisi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kemiripan dengan hipoglekimia dilihta bdari gejala yang juga disertai kegelisahan, perut rasanya seperti kosong, peningkatan degup jantung, keringat agak berlebihan, dan gemetar halus yang nampak pada ujung jari.

Sekali lagi spasmofilia lebih layak disebut sebagai suatu kondisi sesaat tubuh karena adanya gangguan metabolisme, ketimbang disebut penyakit. Dokter orthomolekuler sangat jeli memahami kasus ini. Sering disebut General Adaptation Syndrome , tubuh bereaksi terhadap sejumlah stresor seperti perubahan suhu secara mendadak atau masuknya zat-zat yang tidak dikenal tubuh. Awalnya tubuh berusaha beradaptasi terhadap hal-hal tersebut namun tentu ada batasnya hingga muncul gejala tubuh yang seakan berteriak menolak.

Kasus spasmofilia yang tipikal selain menunjukkan  reaksi berlebihan terhadap stimulasi saraf pada otot, dari kedutan hingga kejang, juga keluhan psikosomatik seperti gangguan pencernaan dan alergi. Dr Van der Vlies dari Amsterdam memberi gambaran yang sangta jelas tentang pasiennya sebagai orang ang sulit memulai harinya di saat pagi dan justru kebablasan tidak bisa berhenti ketika senja menjelang.

Maksudnya adalah ketika pagi tubuh tidak bisa diajak start karena rasanya berat sekali, kaki dan tangan serasa ditusuk-tusuk jarum (kalau sudah berlanjut bahkan rasanya kebas atau ba’al), kedutan kelopak mata mucul dan tungkai rasanya berat sekali untuk berjalan. Keram muncul justru disaat tidak bergerak. Serangan Spasmofilia bisa menjadi begitu menjengkelkan karena kejang otot juga terjadi pada otot di luar kendali yang menyebabkan rasa ingin muntah dan mual, bahkan sulit buang air atau kebalikannya : diare. Perempuan menunjukan keluhan haid juga.

Keram tidak selalu berhubungan dengan kekurangan kalsium. memborbardir tubuh dengan asupan kalsium tapi bila kita tidak paham bagaimana tubuh bisa menyerap dan menggunakan kalsium maka kita sedang berhadapan dengan masalah kesehatan yangs serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *