Bahaya Kanker Tulang Kalau Tidak Di Deteksi Sejak Dini

Artikel ini akan mengulas mengenai bahaya kanker tulang kalau tidak di deteksi sejak dini. Cerita ini merupakan kisah nyata dari Pak Sigit yang menderita kanker tulang di bagian panggul. Sebelumnya beliau tidak pernah berfikir kalau dia akan terkena penyakit yang cukup langka yaitu kanker tulang. Karena dari silsilah keluarga beliau tidak ada sama sekali riwayat penyakit kanker. Karena memang penyakit kanker biasanya mempunyai potensi lebih besar menyerang orang yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker.

Bahaya Kanker Tulang Kalau Tidak Di Deteksi Sejak Dini

 

Pak Sigit awalnya memiliki beberapa keluhan yang menurut orang adalah umum terjadi pada pria yang sudah dewasa yaitu kaki yang kaku. Ketika keluhan ini terus berlanjut maka dia pun memutuskan untuk ke dokter. Sesampainya di dokter dia di kasih obat untuk pengapuran karena dokter menduga dia mengalami pengapuran pada tulangnya. Resep yang dikasih dokterpun ditebusnya dan diminum sesuai anjuran dokter. Akan tetapi kondisi kakinya tidak membaik sama sekali, maka dia memutuskan untuk datang lagi ke dokter yang sama untuk konsultasi.

Dokter menduga bahwa dosis obatnya kurang maka dia kembali diberikan resep yang isinya obat pengapuran dengan dosis yang lebih tinggi dan si dokter berpesan kalau tidak juga membaik dia harus datang lagi untuk menjalankan pemeriksaan.  Hari demi hari dia mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter degan harapan akan membaik. Akan tetapi makin lama kakinya tidak membaik sama sekali malah semakin memburuk. Sekarang keluhannya bertambah karena bagian paha kirinya bengkak dan ototnya keras. Akan tetapi dia tidak langsung ke dokter untuk konsultasi karena liburan hari Raya Idul Fitri maka dia menunda pergi ke dokter.

Hampir 2 minggu dia pulang kampung dan selam itu pula Pak Sigit tidak konsultasi ke dokter dan menahan rasa sakit dibagian paha kirinya. Setelah pulang kampung sialnya dia kehabisan uang sehingga kembali dia menunda konsultasi ke dokter. Dia menunggu sampai gajian baru akan konsultasi ke dokter. Dia bekerja seperti biasa dengan sakit yang harus ditahan karena paha sebelah kirinya bengkak.

Pada suatu hari ketika berada di kantor dia hampir jatuh karena tiba-tiba kaki sebelah kirinya tidak bisa digerakan karena sakit yang luar biasa dan dia tidak terjatuh karena berpegangan pada pintu di dekat situ. Setelah dibawa ke dokter , dokter memberikan keterangan bahwa tulang kakinya patah! dan dokter menduga setelah melihat hasil ronsennya kondisi ini biasanya disebabkan oleh 2 faktor yaitu bakteri yang sangat bahaya atau kanker tulang. Untuk memastikannya dia harus dites lebih lanjut yaitu CT Scan.

Pemeriksaan pun dilakukan dan hasilnya didapat 1 minggu  kemudian. Setelah menunggu selama seminggu dia dapat kabar dari dokter bahwa dia positif kena kanker tulang dan harus diperiksa jenis kankernya untuk mengetahui cara pengobatannya. Maka pak Sigit pun pasrah dengan kondisi seperti ini dan menanyakan apa yang harus dilakukan olehnya dan apa tindakan dari dokter. Untuk diketahui untuk pemeriksaan jenis kanker yang dideritanya saja pak Sigit harus merogoh kocek yang cukup dalam. Tahun 2015 dia harus mengeluarkan uang 70 juta rupiah dan ini belum melakukan tindakan hanya dicari jenis kanker yang diderita.

Dokter menyarankan dia untuk diamputasi kakinya mulai dari pangkal paha mumpung sel kankernya belum menyebar. Dan Pak Sigitpun pasrah harus diamputasi sebelah kakinya. Dan setelah diamputasi dia diwajibkan kemoterapi selama 6 kali. Karena sel kankernya belum menyebar ke bagian tubuh lainnya maka dia hanya cukup diwajibkan 6 kali kemoterapi. Setelah kemoterapi maka dia dinyatakan bersih dari sel kanker dan setiap satu bulan sekali dia harus periksa untuk mencegah sel kankernya tumbuh lagi.

Saat ini Pak Sigit sudah selama 3 tahun memakai tongkat untuk berjalan dan sudah mulai terbiasa beraktifitas dengan tongkat tersebut. Dan dia saat ini fokus untuk sehat kembali dan mengatur pola makannya supaya sel kanker tidak a=mucul lagi didalam dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *