Bagaimana Jualan Makanan Di Mall

Bagaimana jualan makanan di mall ?

Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan bagi penjual pemula yang selama ini hanya berjualan di pinggir jalan. Berjualan di mall memang memiliki persyaratan yang berbeda dibandingkan ketika kita mau berjualan di pinggir jalan. Dan juga berjualan makanan di mall memiliki beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh mereka yang berjualan dipinggir jalan. Pada artikel ini akan dijawab pertanyaan-pertanyaan diatas.

Foodcourt Mall

Kalau kita ke mall ada beberapa tempat yang  biasanya ada penjual makanannya. Yang paling umum adalah di foodcourt dari sebuah mall, tempat ini memang dikhususkan untuk berjualan makanan. DI foodcourt biasanya ada 2 jenis sistem cara menyewa tempat yaitu sistem bagi hasil dan sistem sewa. Sistem bagi hasil dapat kita ketahui dari cara pembayaran tiap counter, apabila pembayaran dilakukan terpusat maka dapat dipastikan itu adalah bagi hasil sedangkan kalau dapat membayar pada setiap counter maka itu adala sistem sewa.

Sistem bagi hasil itu sendiri memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Apabila anda adalah penjual yang baru merintis maka sistem bagi hasil sangat menguntungkan karena kita tidak perlu membayar sewa dimuka yang cukup mahal. Sisem bagi hasil memungkinkan modal yang kita keluarkan hanya berupa peralatan dan renovasi tempat apabila diperlukan sedangkan biaya sewa yang membutuhkan modal banyak dapat kita irit.

Kelemahan dari sistem bagi hasil adalah uang hasil penjualan tidak langsung kita dapatkan karena sistem pembayaran dipusat sehingga ada jeda antara orang membayar dan uangnya kita dapatkan. Kelemahan lainnya adalah kalau jualan kita laku maka biaya  bagi hasilnya ke pemilik tempat terasa sangat besar karena biasanya sistemnya adalah 70% penjual makanan dan 30% pemilik tempat. Bayangkan kalau setiap bulan total hasil penjualan kita 100 juta maka kita membagi 30 juta untuk pemilik tempat. Jumlah tersebut sangat besar dibandingkan kita harus sewa tempat karena tidak akan semahal itu.

Sedangkan sistem sewa biasanya kita mengajukan dahulu ke bagian marketing mall tersebut, kemudian apabila ada tempat kosong maka kita akan diminta sebuah proposal terlebih dahulu. Di foodcourt mall walaupun ada tempat kosong tidak serta merta kita akan mendapatkan tempat tersebut walaupun kita memiliki uang untuk menyewa. Karena ada beberapa yang dipertimbangkan pihak mall dalam mengijinkan suatu produk masuk dan berjualan didalam foodcourt seperti merknya apakah sesuai dengan image mall tersebut, jenis makanan yang kita jual karena ini berkaitan dengan variasi makanan yang ada di foodcourt. Biasanya pihak mall tidak mau ada 1 jenis makanan yang sama dijual orang 2 tempat.

Apabila disetujui pihak mall untuk berjualan maka kita  diharuskan untuk membayar dp uang sewa terlebih dahulu dan memberikan gambar lay out dari tempat yang akan kita gunakan untuk berjualan. Sistem sewa di mall tidak perbulan akan tetapi biasanya per 3 tahun atau 5 tahun, dan sistemnya ada dp sekitar 20-30% dari total sewa 3 tahun dan sisanya kita dapat mencicil sesuai kebijakan mall. Dan jangan lupa untuk melakaukan nego harga karena mereka terbuka akan hal ini.

Bagaimana kalau berjualan bukan di foodcourt tetapi di unit restoran suatu mall? Sistem sewanya hampir sama dengan sewa di foodcourt akan tetapi tidak ada sistem bagi hasil. Semua harus sewa per 3 tahun atau 5 tahun dan harus membayar dp sekitar 30% dan sisanya dicicil perbulan. Lay out tempat kita berjualan juga harus di setujui oleh pihak mall karena ini berkaitan dengan level mall tersebut apakan kelas B, A atau A plus.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *